Novel ini adalah pintu yang tak pernah menutup diri, dan interteks tentu saja hanya satu dari sekian kemungkinan yang ada. Kisah dalam novel ini mengajak pembaca menjelajah sembari merenungkan kembali aneka topik, lewat cara bertutur yang unik. Menarik membaca pola pikir anak muda dalam novel ini tentang bagaimana memandang budaya ala mereka.
Novel ini bercerita mengenai tokoh yang bernama Pirgi yang dahulu merupakan anak yang riang, lalu tumbuh menjadi perempuan muda baik-baik, dan juga seorang penjaga toko roti dengan topi jamur di kepalaku. Suatu ketika Pirgi bertemu dengan Nodee. Pirgi pun bahagia mencintainya, tapi juga berantakan karenanya. Cintanya ingin menggenapkan tapi juga meniadakan. Kesimpulannya, Pirgi bingung dengan p…