Dialihmediakan dari versi cetak tahun 2011 (cet. 9) oleh Perpustakaan Nasional RI bekerja sama dengan Balai Pustaka
Gurindam biasanya terdiri dari sebuah kalimat majemuk yang di bagi menjadi dua baris bersajak. Gurindam biasanya dimaksudkan untuk menyatakan suatu nasihat atau kebenaran dengan cara pendek. Raja Ali Haji, pengarang Gurindam dua belas menerangkan mengenai gurindam sebagai berikut yaitu perkataan yang bersajak pada akhir pasangannya, tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya.